Senin, 23 Oktober 2017

sekilas unek-unek seoseorang yang mengalami hyperhidrosis



Hai sahabat sahabat air… eh salah maksud saya sahabat sahabat seperjuangan iya seperjuangan dalam menjalani hidup berdampingan dengan hyperhidrosis. Kali ini aku akan menceritakan bagaimana keluh kesah menjalani hidup dengan kondisi ini. Baik sebelum aku memulai aku ingin terlebih dahulu memberitau kalian sedikit mengenai aku. Aku adalah seorang wanita berumur Sembilan belas tahun aku kuliah disalah satu universitas islam di kota mataram dan baru semester tiga, mungkin hanya itu dulu perkenalan dari aku tapi jika ada dari kalian yang ingin tau lebih banyak mengenai aku, bisa pc aja oke
Mengalami kelainan bukanlah hal yang mudah dalam hidup ini, termasuk kelainan dalam hal sistem exkresi ditubuh kita. Bagi semua orang ajang berkumpul dengan sanak saudara dan teman-teman memang adalah sebuah hal yang yang sangat menyenangkan ketika kita bertemu bermain dan bersenda gurau bersamaa dan begitu banyak hal yang indah yang dapat dilakukan bersama tapi tidak bagi penderita Hyperhidrosis, justru mendengar ajang berkumpul saja sudah menjadi ketakutan tersendiri karna memikirkan baerbagai hal buruk yang mungkin akan terjadi ketika berkumpul.
Seperti ketika bersalaman, setiap orng yang berjabat taangan pasti memendam sebuah perasaan dan pertanyan atau ngga perasaan ilfil dan jijik terhadap kita. Kenapa? Karna tangan kita basah. Lalu setelah berjabat tangan mereka sibuk bertanya “km kenapa? Km sakit? paru paru basah? Jantungmu kurang sehat?” Atau apalah dan berbagai pertanyyaaan lain yang sangat menjengkelkan.
Belum habis tentang keringat ditangan, lanjut ke bagian badan, ketika kita sudah merencanakan akan menghadiri sebuah perkumpulan maka masalah utama yang dihadapi yaitu baju, benar. Baju yang digunakan harus yang sesuai warna dan jenis kainnya, salah salah nanti bukannya datang untuk bersenang senang tapi malah datang untuk mempermalukan diri sendiri. Iya karana penderita hyperhidrosis mengalami keringat yang berlebihan tidak hanya di bagian tangan tetapi juga keringat di bagian ketiak. Hal ini yang membuat kita terkadang malu untuk bergaul dan memilih untuk berdiam diri dirumah tanpa teman.
Ditambah lagi ke bagian kaki ya kawans… ketika pergi jalan jalan atau berkumpul kita terkadang menggunakan sepatu tapi juga kadang menggunakan sandal, ketika menggunakan sepatu pun harus berfikir panjang untuk menentukan sepatu apa yang akan digunakan, karena hal itu sangat menetukan respon orang terhadap kita, okee… kaki kita mungkin terlihat biasa biasa saja tapi jika kita menggukanan sepatu jenis snikers dll kaki kita akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dikarenakan keringat yang bercucuran karena tidak ada udara yang masuk kedalam sepatu, jadi maka dari itu kita sebaiknya menggunakan sepatu yang jenisnya flat shoes atau sepatu sandal agar kaki kita mendapat angin angin yang dapat membuat kaki kering dengan sendirinya
Oke sahabat sahabat hidro mungkin ini dulu riview dari sya kali ini, stay read my blog oke… sampai ketemu di next post… babaiy    

Kamis, 12 Oktober 2017

Hyperhidrosis

Berkeringat adalah mekanisme alami bagi tubuh untuk melakukan pendinginan, dan hal ini juga sehat. Tapi sebagian orang berkeringat dengan frekuensi lebih sering serta banyak. Kondisi ini dinamakan hiperhidrosis. Hiperhidrosis adalah keluarnya keringat dalam jumlah lebih banyak untuk mendinginkan badan. Hiperhidrosis biasanya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, hiperhidrosis juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam hubungan sosial serta memalukan. Tapi tak perlu cemas, karena bermacam cara untuk mengatasinya. Untuk kasus yang parah, tak ada cara lain yang lebih efektif kecuali dilakukan operasi.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/47_hiperhidrosis.html

Copyright DokterDigital.com

Berkeringat adalah mekanisme alami bagi tubuh untuk melakukan pendinginan, dan hal ini juga sehat. Tapi sebagian orang berkeringat dengan frekuensi lebih sering serta banyak. Kondisi ini dinamakan hiperhidrosis. Hiperhidrosis adalah keluarnya keringat dalam jumlah lebih banyak untuk mendinginkan badan. Hiperhidrosis biasanya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, hiperhidrosis juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam hubungan sosial serta memalukan. Tapi tak perlu cemas, karena bermacam cara untuk mengatasinya. Untuk kasus yang parah, tak ada cara lain yang lebih efektif kecuali dilakukan operasi.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/47_hiperhidrosis.html
Copyright DokterDigital.com

Keringat Berlebih (Hyperhidrosis)

Hiperhidrosis merupakan salah satu bentuk keringat berlebihan pada tubuh yang berlangsung dalam kadar sering dan konstan. Berkeringat adalah cara tubuh untuk mendinginkan diri. Dalam sebagian besar keadaan, berkeringat adalah hal yang alami dan sehat, namun beberapa orang justru berkeringat dalam jumlah yang lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mendinginkan tubuh, kondisi ini biasa dikenal dengan hiperhidrosis. Hiperhidrosis biasanya berada pada telapak, baik telapak tangan dan kaki serta ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari yang normal, hiperhidrosis dapat menyebabkan kecemasan sosial atau malu. Jangan khawatir, karena penyakit ini dapat disembuhkan, namun dalam kasus yang parah, proses bedah dapat sangat efektif untuk menghentikan keringat. 


Tentang Keringat Berlebih (Hyperhidrosis)
Hyperhidrosis yang dalam bahasa Inggrisnya excessive sweating, dalam bahasa Indonesia berarti ‘keringat berlebih’. Merupakan suatu kondisi yang biasa terjadi, walaupun bukan merupakan masalah yang mengancam jiwa, sering menyebabkan ketidaknyamanan. Keringat berlebih bisa menjadi memalukan, menodai baju, membuat kaki menjadi bau, sulit untuk bersalaman, dan menjadi masalah dalam interaksi sosial. Dalam kasus yang berat, penderitanya sampai tidak dapat memegang alat tulis dan roda kemudi kendaraan. Tidak ada batasan pasti berkeringat normal, namun bila berkeringatnya seseorang sudah mengganggu berarti ia sudah menderita hyperhidrosis.

Hiperhidrosis merupakan salah satu bentuk keringat berlebihan pada tubuh yang berlangsung dalam kadar sering dan konstan. Berkeringat adalah cara tubuh untuk mendinginkan diri. Dalam sebagian besar keadaan, berkeringat adalah hal yang alami dan sehat, namun beberapa orang justru berkeringat dalam jumlah yang lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mendinginkan tubuh, kondisi ini biasa dikenal dengan hiperhidrosis. Hiperhidrosis biasanya berada pada telapak, baik telapak tangan dan kaki serta ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari yang normal, hiperhidrosis dapat menyebabkan kecemasan sosial atau malu. Jangan khawatir, karena penyakit ini dapat disembuhkan, namun dalam kasus yang parah, proses bedah dapat sangat efektif untuk menghentikan keringat.

Jenis dan Penyebab Hyperhidrosis
 
1.     Generalized (seluruh tubuh)
Jenis ini keringat berlebih terjadi pada seluruh permukaan tubuh. Pada kasus normal biasa disebabkan karena berada pada kondisi cemas dan stres. Bisa terjadi karena efek obat-obatan seperti antidepressant, beta blockers, dan tetes mata pilocarpin. Serta dapat juga disebabkan oleh kondisi penyakit seperti gagal jantung atau nafas,  thyrotoxicosis atau thyroid yang hiperaktif, Parkinson’s diseases, menopause, dan hipoglikemia.

2.     Primer
Bisa terjadi pada ketiak (axillary hyperhidrosis), pada telapak tangan dan kaki (palmoplantar hyperhidrosis), atau pada kulit kepala (scalp hyperhidrosis).  Bisa terjadi pada semua usia, tapi biasa di mulai sejak usia anak-anak atau remaja.

3.     Fokal Sekunder
Jenis ini hanya terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu saja, dan merupakan jenis yang jarang. Biasa dicetus oleh penyakit cardiovascular, diabetic neuropathy, trauma dan tumor pada tulang punggung, dan pada rheumatoid arthritis.



Gejala

Tanda dan gejala hiperhidrosis meliputi :

  • Terlihat sering berkeringat, bahkan tergolong berlebihan, sehingga dapat terlihat melalui pakaian yang basah
  • Abnormal yang berlebihan dan keringat mengganggu di kaki, ketiak, kepala atau wajah
  • Tetesan keringat pada telapak tangan atau telapak kaki bersifat lebih lengket


Penyebab

Penyebab hiperhidrosis berasal dari sistem pengaturan suhu tubuh, khususnya kelenjar keringat Anda. Kulit memiliki dua jenis kelenjar keringat :

  • Kelenjar Eccrine
    Terjadi pada sebagian besar tubuh Anda dan terbuka secara langsung ke permukaan kulit.
  • Kelenjar Apocrine
    Kelenjar ini berkembang di daerah melimpah di folikel rambut, seperti di, ketiak dan pangkal paha kulit kepala Anda. Ketika suhu tubuh Anda meningkat, sistem saraf otonomik merangsang kelenjar untuk mengeluarkan cairan ke permukaan kulit hal inilah yang mendinginkan tubuh Anda karena terjadi proses penguapan.


Cairan keringat terdiri atas air dan garam (natrium klorida) dan mengandung jumlah jejak elektrolit lain -zat yang membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh- serta zat-zat seperti urea. Hiperhidrosis terdiri atas dua jenis, tergantung pada penyebabnya, diantaranya :

  • Focal Hyperhidrosis

Focal Hyperhidrosis mempengaruhi telapak tangan, kaki dan kadang-kadang ketiak. Hal ini biasanya terjadi saat Anda sedang terjaga. Focal Hyperhidrosis biasanya dialami sebelum usia 20. Berke
ringat pada telapak tangan dan telapak kaki biasanya terjadi karena stres emosional, dan adanya respon berlebihan terhadap rangsangan emosional.
Focal Hyperhidrosis biasanya tidak terkait dengan kondisi yang mendasarinya hal ini justru berasal dari faktor genetik yang berlangsung dalam keluarga.
 

  • Generalized hyperhidrosis
    Jenis hiperhidrosis ini mempengaruhi sebagian besar area tubuh. Hal ini dapat terjadi tanpa alasan yang jelas, namun terdapat beberapa penyebab yang mendasari, seperti :
    • Obat
    • Menopause
    • Rendahnya kadar gula darah
    • Tiroid terlalu aktif
    • Leukemia
    • Limfoma
    • Serangan jantung
    • Infeksi Penyakit


Komplikasi Akibat

Komplikasi hiperhidrosis mencakup :

  • Infeksi jamur kuku
    Orang yang berkeringat rentan terhadap berbagai jenis infeksi jamur. Itu karena jamur berkembang dalam lingkungan lembab, seperti sepatu. Itulah sebabnya Anda lebih mungkin mendapatkan infeksi di kuku kaki daripada di kuku tangan. Sebuah infeksi kuku biasanya dimulai dengan gejala bintik putih atau kuning di bawah ujung kuku Anda. Saat terjadi infeksi jamur, kuku Anda akan menghitamkan, menebal dan cenderung melebar. Kadang-kadang kuku akan terpisah dari tempatnya, dan kulit di sekitarnya menjadi merah dan bengkak. Anda bahkan dapat mendeteksi sedikit bau pada kuku.
     
  • Infeksi bakteri dan kutil
    Hiperhidrosis dapat berkontribusi terhadap infeksi bakteri, terutama di sekitar folikel rambut atau antara jari-jari kaki Anda. Ini juga terkait dengan kutil. Bila Anda memiliki hiperhidrosis, kutil akan hilang dalam jangka waktu yang lama meski setelah perawatan dan memiliki kecenderungan untuk kembali kambuh.
     
  • Konsekuensi sosial dan emosional
    Orang-orang dengan hiperhidrosis biasanya memiliki keringat yang berlebihan dari yang dapat menghasilkan tangan basah dan bau kaki yang tidak menyenangkan. Akibatnya, mereka dapat pengalaman yang signifikan psikologis, sosial, konsekuensi pendidikan dan pekerjaan yang terbatas. • Kondisi kulit lainnya Kondisi kulit tertentu seperti eksim dan ruam kulit, terjadi lebih sering pada orang dengan hiperhidrosis. Tidak mustahil juga berkeringat berlebihan memperburuk peradangan kulit.


Pengobatan

Beberapa cara yang dapat dilakukan guna mengatasi hiperhidrosis adalah :

  • Menggunakan obat Antikolinergik
    Jika Anda memiliki keringat saja, biasanya dokter akan meresepkan obat Antikolinergik, seperti Glycopyrrolate (Robinul, Robinul Forte). Antikolinergik bekerja dengan menghalangi tindakan asetilkolin, sebuah pembawa pesan kimia dalam tubuh Anda yang membantu untuk merangsang kelenjar keringat Anda.

    Tanda dan gejala umumnya meningkatkan dalam waktu sekitar dua minggu. Namun karena asetilkolin bertindak pada beberapa struktur dalam tubuh, bukan hanya kelenjar keringat Anda, maka obat tersebut dapat memiliki berbagai efek samping. Gejala ringan yang biasanya dialami adalah mulut kering, konstipasi, pandangan kabur, retensi urin, hilangnya rasa, pusing dan kebingungan. Jika Anda mengalami diare, ruam atau gatal-gatal, atau kesulitan bernapas atau menelan, carilah bantuan medis segera, karena ini mungkin menandakan masalah yang lebih serius.
     
  • Menggunakan Lontophoresis
    Dalam prosedur ini, dokter kulit menggunakan perangkat bertenaga baterai untuk memberikan tingkat rendah arus listrik ke tangan atau kaki, dan kadang-kadang ketiak, sementara tubuh orang tersebut tenggelam dalam air. Hal ini diduga untuk memblokir sementara kelenjar keringat. Pengobatan berlangsung sekitar 15 sampai 30 menit sehari sekali dalam satu minggu. Lontophoresis umumnya aman dan akhirnya terapi pemeliharaan dapat dilakukan di rumah.
     
  • Menggunakan onabotulinumtoxinA (Botox)
    Para peneliti telah menemukan bahwa suntikan Botox, yang biasa digunakan untuk membantu mengurangi kerutan wajah halus, merupakan cara yang efektif untuk mengobati hiperhidrosis berat oleh memblokir saraf yang memicu kelenjar keringat.

    Botox memang tidak menyembuhkan, namun untuk mencapai hasil yang diinginkan, perawatan dapat dilakukan meski menimbulkan rasa sakit, dan hasilnya dapat terasa sekitar empat bulan. Botox juga memiliki efek samping seperti kelemahan otot tangan, saat disuntikkan ke dalam telapak tangan, dan sakit kepala, yang jarang terjadi.
     
  • Melakukan Operasi/bedah
    Dalam kasus yang jarang, pembedahan dapat menjadi pilihan. Jika keringat berlebihan hanya di ketiak Anda, menghilangkan kelenjar keringat dapat membantu. Prosedur lain melibatkan pemotongan saraf yang membawa pesan dari saraf simpatis ke kelenjar keringat. Operasi dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur yang dikenal sebagai simpatektomi toraks endoskopi (ETS).

    Hal ini membutuhkan hanya tiga sayatan kecil untuk kamera video dan instrumen bedah kecil. Meskipun operasi ini rumit, biasanya hanya memerlukan satu hari di rumah sakit dan menghasilkan jaringan parut yang minimal. Setelah operasi, berkeringat di tangan berhenti secara permanen. Tapi kadang-kadang setelah ETS, keringat akan berpindah pada bagian tubuh Anda yang lain seperti punggung atau bagian belakang kaki.

Pencegahan

Pencegahan hiperhidrosis dapat dilakukan dengan melakukan beberapa kebiasaan seperti berikut :

  • Mandi setiap hari
    Mandi teratur membantu menjaga jumlah bakteri pada kulit Anda di cek.
     
  • Keringkan kaki Anda dengan seksama setelah mandi
    Mikroorganisme berkembang dalam ruang lembab antara jari kaki Anda. Gunakan bubuk kaki untuk membantu menyerap keringat.
     
  • Pilih sepatu dan kaus kaki yang terbuat dari bahan alami
    Sepatu yang terbuat dari kulit, dapat membantu mencegah kaki berkeringat dengan memungkinkan kaki Anda untuk bernapas.
     
  • Putar sepatu Anda
    Sepatu tidak akan benar-benar kering semalam, jadi cobalah untuk tidak mengenakan pasangan yang sama dua hari berturut-turut jika Anda mengalami masalah dengan kaki berkeringat.
     
  • Kenakan kaus kaki yang tepat
    Kaus kaki katun dan wol membantu menjaga kaki Anda kering karena mereka menyerap kelembaban.
     
  • Rajinlah mengganti kaus kaki
    Mengganti kaus kaki atau selang sekali atau dua kali sehari, akan membantu pengeringan kaki Anda secara menyeluruh. Wanita dapat menggunakan pantyhose dengan sol kapas.
     
  • Berikan udara pada kaki
    Jika memungkinkan, lepaskan alas kaki Anda, dan biarkan kaki bernapas.
     
  • Pilih pakaian dari serat alami
    Memakai bahan alami, seperti kapas, wol dan sutra, yang memungkinkan kulit Anda untuk bernapas. Ketika Anda berolahraga, Anda dapat menggunakan kain berteknologi tinggi yang tetap member kelembapan bagi kulit Anda.
     
  • Cobalah teknik relaksasi
    Pertimbangkan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi atau biofeedback. Ini dapat membantu Anda belajar untuk mengontrol stres yang memicu keringat
    Berkeringat adalah mekanisme alami bagi tubuh untuk melakukan pendinginan, dan hal ini juga sehat. Tapi sebagian orang berkeringat dengan frekuensi lebih sering serta banyak. Kondisi ini dinamakan hiperhidrosis. Hiperhidrosis adalah keluarnya keringat dalam jumlah lebih banyak untuk mendinginkan badan. Hiperhidrosis biasanya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, hiperhidrosis juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam hubungan sosial serta memalukan. Tapi tak perlu cemas, karena bermacam cara untuk mengatasinya. Untuk kasus yang parah, tak ada cara lain yang lebih efektif kecuali dilakukan operasi.

    Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/47_hiperhidrosis.html

    Copyright DokterDigital.com